Menariknya UKM Gentra Kaheman di IPB

UKM Gentra Kaheman IPB

IPB atau Institut Pertanian Bogor merupakan salah satu universitas favorit yang ternama di kota Bogor. Selain memiliki banyak program studi dan fasilitas unggulan, tentu sebuah universitas favorit pun pasti memiliki UKM atau unit kegiatan mahasiswa yang juga jempolan. Nah salah satu UKM terbaik di IPB tersebut adalah UKM Gentra Kaheman yang bergerak di bidang seni dan budaya Sunda.

Kota Bogor memang tak pernah lepas dari budaya Sunda yang melatarbelakanginya. UKM Gentra Kaheman merupakan suatu organisasi kemahasiswaan di Institut Pertanian Bogor yang berusaha terus mengembangkan budaya dan kesenian Sunda tersebut. Diharapkan para mahasiswa mahasiswi yang tergabung di dalamnya mampu mengasah minat dan bakat untuk meningkatkan keterampilan seni berbudaya Sunda.

Sedikit sejarah seputar UKM Gentra Kaheman IPB, unit kegiatan ini berdiri tanggal 9 September 2000 dengan mahasiswa Fakultas Peternakan sebagai penggagas awalnya. Kepedulian terhadap seni dan budaya Sunda lah yang membuat Gentra Kaheman IPB ingin dibuat. Akhirnya pada bulan Januari tahun 2004 UKM ini pun diresmikan. Kerja sama dengan UKM-UKM universitas lain pun digelar, bahkan UKM Gentra Kaheman tergabung dalam Forum Komunikasi Lingkung Seni Mahasiswa Sunda (Fokalismas) di Bandung yang secara langsung berada di bawah koordinasi Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Provinsi Jawa Barat.

Keberadaan UKM Gentra Kaheman IPB kemudian memegang peranan penting tak hanya sebagai UKM kesenian kampus namun juga sebagai UKM tempat kebudayaan dan seni Sunda dilestarikan, sehingga Gentra Kaheman menjadi semacam keunggulan dari IPB secara keseluruhan. Kini UKM ini juga rajin ikut kompetisi-kompetisi bertema kebudayaan dan seni Sunda, agar nama Gentra Kaheman IPB semakin harum di seantero Jawa.

Nah, bila kamu adalah mahasiswa mahasiswi IPB baru yang masih bingung memilih mana UKM  yang akan kamu ikuti, UKM Gentra Kaheman adalah salah satu UKM yang bisa kamu pilih. Dengan mengikuti UKM ini, selain melatih kreativitas diri sendiri, tentu juga berkontribusi menambah pengetahuan dalam berkesenian dan berbudaya Sunda. Menarik bukan?