Kacang Bogor

Hujan yang mengguyur Bogor tiap malam, membuat perut keroncongan dan pengen ngemil. Di sepanjang jalan Padjajaran banyak dijajakan kuliner khas bogor. Apalagi malam hari, ditengah guyuran hujan, mata seakan mulai mencari-cari makanan atau minuman yang menghangatkan badan, sekedar pengisi perut yang keroncongan. Ada gorengan, bajigur, jagung rebus. Ah semuanya ada juga di kota lain.

Tiba-tiba mata tertuju pada pedagang jagung rebus. Asap mengepul dan bau rebusan membuat ngiler. Selain menjajakan jagung rebus dan kacang rebus mereka juga menjual kacang bogor rebus. Nah ini, tidak ada di tempat lain selain Bogor. Rasanya hampir sama dengan kacang tanah, bedanya, tiap butir umumnya berisi satu polong, biasanya kacang tanah berisi 2-3 polong. Bedanya lagi, rasanya agak pait sedikit disbanding kacang tanah. Namun justru itu uniknya.

Kacang bogor (Vigna subterranea {L.) Verdc. syn. Voandzeia subterranea (L.) Thouars) bukan merupakan kacang-kacangan yang populer di Indonesia. Nama ini diberikan karena banyak dijajakan di kota Bogor, Jawa Barat. Tumbuhan ini diintroduksi ke Indonesia pada awal abad ke-20 sebagai sumber protein baru namun kurang populer karena produksinya yang rendah dan hingga sekarang dianggap sebagai makanan sampingan. Asal tanaman kacang bogor belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan berasal dari daerah Afrika Tropis.

Kini, kacang bogor telah meyebar ke Madagaskar, Mauritus, India, Ceylon, Indonesia, Philiphina, Malaysia, Iowa, New Caledonia, Australia, Amerika Tengah tropis, dan Brazilia. Di luar negeri sendiri kacang ini terkenal dengan nama Kacang bambara. Nama ‘Bambara’ itu sendiri yaitu adalah suatu daerah yang berada di Afrika, yang konon merupakan asal muasal kacang ini. Dari penampakan tanamannya, hampir sama dengan kacang tanah. Daunnya majemuk tiga (trifoliet), bunga berbentuk kupu-kupu, polong tumbuh di dekat akar dan di dalam tanah, serta mempunyai bintil akar untuk menyerap nitrogen dari udara luar.

Kandungan gizi Kacang Bogor ini, menurut Departemen Kesehatan yakni mengandung energi sebesar 370 kilokalori, protein 16 gram, karbohidrat 65 gram, lemak 6 gram, kalsium 85 miligram, fosfor 264 miligram, dan zat besi 4 miligram. Selain itu di dalam Kacang Bogor juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,18 miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Kacang Bogor, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %. Selain dijual dalam bentuk rebusan, kacang bogor ini juga dijual dalam bentuk kacang bogor goreng yang bisa dibeli di toko oleh-oleh sepanjang jalan Padjajaran dekat dengan Pool damri bandara dan terminal Baranang siang.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>