Makanan-Makanan Khas Ini Jadi Rebutan Antar Daerah

Makanan khas daerah itu memang seharusnya menjadi kebanggaan daerah. Sesuai dengan namanya ‘khas’, itu berarti makanan yang seharusnya tidak banyak ditemukan di daerah lain. Makanan itu menjadi ciri khas masyarakat setempat. Namun demikian, bisa jadi tidak banyak orang tanpa sengaja membuat masakan sama ketika bermigrasi atau berpindah ke daerah lain. Karena enak, kemudian mereka membuatnya di daerah lain.

Semakin lama, makanan itu semakin terkenal, hingga akhirnya sadar tak ada yang tahu dari mana asal usulnya. Ironisnya, terkadang sengketa asal usul makanan khas ini berbuntut panjang. Ada yang mengancam perang, atau sekadar menyelesaikan dengan cara damai. Berikut ini adalah makanan-makanan khas yang jadi rebutan antar daerah :

1. Wingko jadi rebutan Lamongan-Semarang

Wingko atau sering disebut juga Wingko babat adalah makanan tradisional khas Indonesia. Wingko adalah sejenis kue yang terbuat dari kelapa dan bahan-bahan lainnya. Wingko popular pantai utara Pulau Jawa. Kue ini sering dijual di stasiun kereta api, stasiun bus atau juga di toko-toko kue. Di pulau Jawa, Wingko juga sering menjadi oleh-oleh untuk keluarga, yang menjadikan kue ini terkenal. Di Jawa, ada dua daerah mengklaim sebagai tempat asal makanan Wingko, yakni Lamongan dan Semarang. Dua daerah itu memang sama-sama produsen wingko, pada akhirnya mengklaim sebagai makanan khas daerah masing-masing.

Wingko yang paling terkenal memang dibuat di Semarang. Ini menyebabkan banyak orang yang mengira bahwa Wingko berasal dari kota ini. Meskipun demikian, Wingko Babat sebenarnya berasal dari Babat, sebuah kecamatan kota kecil di Lamongan. Babat terletak di dekat Bojonegoro, Jawa Timur, yang terkenal akan kayunya dan karena baru saja ditemukan sumber minyak di daerah ini. Konon, banyak pembuat Wingko di daerah itu membuka bisnis sama di Semarang ditambah inovasi-inovasi rasa. Hingga akhirnya daerah itu sama-sama terkenal dengan makanan khas Wingko.

2. Pempek antara Palembang-Jambi

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin emosi saat mendengar informasi yang menyebut Pempek diklaim berasal dari Provinsi Jambi. Tidak mau diklaim provinsi tetangganya tersebut, dia pun akan memperjuangkan hak paten Pempek sebagai makanan khas Sumsel. “Saya kaget ada orang yang bilang kalau Pempek makanan khas Jambi. Kalau mau ngaku soal yang lain, terserah. Tapi kalau mengaku Pempek sebagai makanan khas daerah lain, kita siap untuk berperang,” tegasnya dengan nada tinggi, Sabtu (28/12) sore. Alex mengaku berita tentang pengakuan Pempek sebagai makanan khas Jambi diketahuinya saat berjumpa dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), beberapa waktu lalu. JK bercerita saat berkunjung ke Jambi, disuguhi pempek.

Kemudian, salah satu pejabat di Jambi menginformasikan kepada JK bahwa Pempek merupakan makanan khas mereka. “Kami harus lebih waspada, jangan sampai kuliner khas Sumsel dibajak daerah lain,” terangnya. Oleh karena itu, dia pun menginstruksikan kepada Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah (Balitbangnovda) Provinsi Sumsel untuk mengupayakan pematenan Pempek sebagai makanan khas Sumsel secepatnya. “Pempek memang belum dapat hak paten ataupun tercatat secara resmi dalam deretan kuliner warisan Indonesia. Biar orang tidak mengklaim, jadi akan kami patenkan saja,” ujarnya.

3. Tempoyak antara Indonesia-Malaysia

Makanan lain adalah Tempoyak yang banyak dinikmati masyarakat di daerah Sumatera, misalnya Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel). Tapi ternyata makanan ini juga banyak dinikmati masyarakat Malaysia. Belakangan, Malaysia mengklaim Tempoyak sebagai makanan khas mereka. Hal itu mengundang kegundahan sebagian masyarakat Indonesia, sebab makanan itu sebenarnya sudah menjadi khas masakan rumpun bangsa Melayu. Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk saat menyantap nasi.

Tempoyak dapat dimakan langsung, namun hal ini jarang sekali dilakukan karena banyak yang tidak tahan dengan keasaman dan aroma dari tempoyak itu sendiri. Selain itu, Tempoyak juga dijadikan bumbu masakan. Citarasa dari Tempoyak adalah asam, karena terjadinya proses farmentasi pada daging buah durian yang menjadi bahan bakunya. Tempoyak dikenal di Indonesia, terutama di Palembang, Lampung dan Kalimantan. Selain itu, makanan ini juga terkenal di Malaysia. Di Palembang, Tempoyak dimasak dengan campuran daging ayam. Di Lampung, Tempoyak menjadi bahan dalam hidangan seruit atau campuran untuk sambal.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>