5 Jenis Makanan Terlarang Di Dunia

Berikut ini adalah 5 jenis makan terlarang yang cukup populer di sejumlah negara di dunia.

1. Ikan Buntal Jepang (Fugu)

Ikan fugu, yang juga dikenal sebagai Blowfish, dilarang di banyak negara karena mengandung organ beracun. Jika memakannya, racun tetrodotoxin ikan fugu dapat merusak jaringan saraf, melumpuhkan tubuh, dan menyebabkan sesak napas. Namun, dengan perawatan tepat, penderita yang terpapar racun bisa selamat.

Dalam hukum Jepang Keshogunan Tokugawa 1603-1868, pemerintah Jepang melarang konsumsi fugu, namun mereda setelah kekuasaan keshogunan pudar. Di Uni Eropa, menjual atau mengkonsumsi ikan fugu sangat dilarang. Di Amerika Serikat, menjual, memanen, atau melayani perdagangan ikan ini tanpa lisensi termasuk hal ilegal sejak 2002. Ikan fugu sering dipanen di sekitar Samudera Pasifik dan dijual ke pasar dunia terutama Jepang dan Korea. Seringkali, sebelum dijual bagian-bagian beracun ikan dibersihkan sebelum dibekukan dan dijual. Di AS, terdapat restoran yang menyajikan hidangan ikan fugu. Meski racun ikan ini mematikan, banyak koki amatir Jepang yang selamat setelah memakan hati fugu, bagian yang dianggap paling beracun. Kota-kota besar di Jepang dan Korea Selatan memiliki restoran yang melayani menu ikan Fugu. Sedangkan di New York terdapat 17 restoran berlisensi yang menyajikan menu Fugu.

2.      Daging kuda

daging kuda

Jenis bahan makanan ini dianggap tabu di banyak negara, seperti Amerika Serikat, Irlandia, Australia, Kanada, dan berbagai kelompok di seluruh dunia. Larangan makan daging kuda bermula pada abad ke-8. Dua pemimpin Katolik, Paus Zakarias dan Paus Gregorius III meminta Saint Boniface melarang para misionaris makan daging kuda, karena berkorelasi kuat dengan ritual pagan Jermanik. Sedangkan budaya lain menolak konsumsi daging kuda karena dianggap makanan orang miskin. Di Amerika Serikat dan Inggris, kuda dianggap sahabat dekat manusia, sehingga membantai dan mengkonsumsi kuda adalah tindakan ilegal. Walau dilarang, pada kenyataannya, beberapa negara bagian di selatan Amerika Serikat memiliki tempat pemotongan kuda yang dagingnya diekspor ke negara lain. Pun di Inggris, koki terkenal Gordon Ramsay malah mendorong agar masyarakat mengonsumsi daging kuda secara teratur. Daging kuda dapat ditemukan di rumah jagal kuda di Texas, di mana daging kuda dijual secara ilegal ke luar negeri. Sementara itu, beberapa negara Asia dan Eropa memiliki menu makanan lezat dari daging kuda.

3. Redfish

Sekitar 1980-an, koki bernama Paul Prudhomme asal New Orleans mempublikasikan resep redfish bakar yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru Amerika Serikat. Seolah hipnosis, redfish menjadi makanan favorit tiap rumah tangga AS. Namun, sejak Juli 1986, Departemen Perdagangan AS melarang penjualan dan penangkapan redfish untuk alasan perlindungan habibat redfish. Nelayan atau pemancing hanya diperbolehkan menangkap satu redfish untuk dilepaskan kembali. Tahun 2002, Presiden Bush menandatangani aturan yang membatasi penangkapan dan penjualan redfish. Meski dilarang, menu redfish masih sangat populer. Di negara-negara bagian selatan, redfish diburu sebagai bahan menu Creole. Satu-satunya negara bagian yang dibebaskan dari hukum federal mengenai penjualan ikan adalah Mississippi. Tak heran jika Mississippi memiliki banyak restoran dengan menu redfish yang diimpor dari Meksiko dan Coast Gulf. Restoran dengan menu redfish juga betebaran di dan New Orleans.

4. Sassafras

Di masa lalu, sassafras adalah tanaman yang digunakan secara luas oleh suku Indian untuk mengobati penyakit umum dan sebagai aromaterapi. Rempah ini diyakini mampu menyembuhkan flu, sakit perut, dan penyakit sipilis. Sebelum 1960-an, sassafras digunakan sebagai bahan dalam berbagai makanan, dan minuman. Daunnya digunakan sebagai teh sementara akarnya untuk root beer. Di negara-negara selatan, sassafras digunakan sebagai rempah Creole. Namun badan pengawas makanan di Amerika Serikat melarang semua penggunaan sassafras dan bahan-bahan yang terbuat dari tanaman itu seperti safrole sejak 1960-an. Tanaman ini dianggap karsinogenik dan menyebabkan kanker hati. Bagian tanaman sassafras juga digunakan untuk membuat heroin. Perdagangan tanaman ini masih bisa ditemukan secara online. Beberapa perusahaan menawarkan pil herbal dan suplemen dengan kandungan sassafras karena herbal diluar kontrol badan obat dan makanan Amerika Serikat. Namun, sulit menemukan sassafras murni.

5.  Abshinte

Minumal beralkohol ini mulai dilarang peredarannya di sejumlah negara pada tahun 1800an. Konsumsi abshinte dianggap memicu peningkatan angka kriminalitas dan gangguan mental. Produk itu sempat hilang di pasaran sebelum diam-diam muncul pada akhir tahun 1800an. Memasuki tahun 1915, abshinte kembali menjadi perbincangan serius. Hampir seluruh negara di Eropa gencar mengumumkan larangan edar produk itu. Para pakar mengatakan, abshinte mengandung zat berbahaya yang dapat memicu masalah psikologis meski dalam kadar sedikit. Pada masa kini, abshinte masih bisa dijumpai di sejumlah negara seperti Prancis dan Republik Czech. Sementara di Amerika, sejumlah bar memasarkan abshinte dengan kadar 75 persen, yang biasa diencerkan dengan air.

Tags:  ,

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>